Oleh: Muhammad Zidan Karimullah
Status sebagai mahasiswa seharusnya tidak hanya dijalani dengan berada diruang kelas, mengerjakan tugas dan berebut nilai A. Sebagai seseorang yang diberi kenikmatan oleh Tuhan untuk menjadi kaum terpelajar dan intelektual maka harus mengambil bagian dalam bertindak bila terjadi kezholiman dan ketidakadilan, terlebih bila diberikan kelapangan waktu maka wajib sebagai pemuda yang terpelajar untuk terus berfikir, bertindak dan bergerak dalam mengawal tegaknya keadilan dan kebenaran diatas bumi yang dipijaknya. Dan bila seseorang mahasiswa berada dalam keadaan yang tidak dapat membuatnya bertindak langsung mengawal keadilan dan kebenaran maka paling tidak hati dan jiwanya dipenuhi niat dan tekad yang kuat untuk mendukung dan mendoakan gerakan-gerakan perjuangan untuk terciptanya keadilan dan kesejahteraan, serta memiliki visi untuk kelak membantu mewujudkan hal tersebut.
Secara historis telah tercipta suatu pola dimana revolusi kearah yang lebih baik bermula dan tercipta dari orang-orang yang berfikir dan gusar terhadap ketidakadilan. Pola ini tercipta sendirinya seakan pertanda dari Tuhan bahwa Tuhan menciptakan hati nurani serta menyerukan dan memberikan kesempatan seseorang untuk belajar dan berfikir itu untuk mengawal keadilan dan kebenaran dibumi yang diciptakan-Nya. Maka sangat terlarang bagi mahasiswa yang memiliki hati nurani dan membenci kezholiman untuk bersikap apatis.
Bersyukur perjuangan pemuda intelektual dengan status mahasiswa masih berjalan hingga hari ini dengan jalan demokratis, mengawal keberlangsungan sistem pemerintahan dalam negaranya agar tetap stabil dan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan dan keadilan rakyatnya. Saat ini telah tergantung harapan-harapan rakyat Indonesia kepada para mahasiswa untuk menjadi pemanjang lidah mereka membawakan aspirasinya kala pemerintah tak mau lagi mencari dan mendengar aspirasi rakyat dan berbuat sewenang-wenangnya. Langkah perjuangan awal ini juga agar seorang pemuda atau mahasiswa terbentuk mentalitas dan idealismenya agar kelak dapat membuat suatu hal kebermanfaatan yang lebih besar bagi dunia, karena berjuang adalah tugas yang berakhir hingga tutup usia.
Tantangan mungkin akan semakin berat bagi mahasiswa, karena sikap apatis, egois dan hedonisme sedang marak ditengah-tengah mahasiswa serta propaganda dan adanya perang pemikiran secara global, namun hal itu bukanlah alasan untuk tidak berjuang. Lingkungan, bangsa, negara dan agama adalah tanggung jawab kita semua. Siapkan nyali, luruskan niat, bulatkan tekad, jadilah bagian dari peluru-peluru senjata yang akan menghancurkan kezholiman.
"Hidup Mahasiswa !!!"